فَلْيَنظُرِالْإِنسٰنُ إِلَىٰ طَعَامِهِۦٓ
Artinya : Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. (TQS. Abasa : 24)
Dalam Tafsirnya Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Utbah bin Abi Lahab memikirkan terhadap rejeki yang dimakannya, bagaimana proses terjadinya hingga sampai ke hadapannya hidangan tersebut. (Maktabah Syamilah 3.61)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menegaskan bahwa pada hal yang demikian itu terdapat anugerah Allah kepada manusia yang telah memudahkan dan menyediakan baginya makanan dan minuman yang bisa menjaga keberlangsungan hidupnya.
Namun dalam ayat ini juga terdapat bukti dan agumen yang kuat bahwa Allah sungguh sangat mudah menghidupkan kembali manusia alias membangkitkannya setelah sebelumnya ia hanya tinggal tulang yang berserakan sebagaimana Allah menumbuhkan dan menghidupkan tumbuhan dari tanah yang kering dan tandus.










0 komentar:
Posting Komentar